Jakarta - Anies Baswedan "Menteri Pendidikan dan Kebudayaan" menyebut kondisi pendidikan Indonesia saat ini sedang dalam kondisi gawat darurat. Hal ini berdasarkan dari sejumlah data yang dimiliki Kemendikbud, dalam beberapa tahun terakhir, pendidikan Indonesia mengalami penurunan yang signifikan.
Gawat daruratnya pendidikan di Indonesia meliputi berbagai aspek. Nilai
rata-rata guru yang belum maksimal, mutu pendidikan, kinerja rendah,
Program Internatioanl Study Assessment (PISA), persoalan kekerasan serta
minat baca yang rendah.
Pendidikan Indonesia masuk dalam peringkat
64, dari 65 negara yang dikeluarkan oleh lembaga Programme for
International Study Assessment (PISA), pada tahun 2012. Anies
mengatakan, pendidikan Indonesia pada pemetaan PISA dari tahun 2000 - 2012, cenderung stagnan.
Anies mengatakan "Apa yang ada saat ini merupakan produk pendidikan
Indonesia di masa lalu dan kita semua bisa melihat bagaimana hasilnya. Hal tersebut merupakan tantangan yang
sangat besar bagi seluruh jajaran pendidikan yang ada di Indonesia agar
mampu mengubahnya menjadi lebih baik, dan ini adalah tanggung jawab kita bukan orang lain" ujar Anies dalam pemaparannya di hadapan kepala dinas pendidikan tingkat Proviansi dan kabupaten seindonesia di kantor Kemendikbud, Senin (1/12/2014).
Berdasarkan hasil PISA tersebut, Anies mengajak semua pihak untuk
merenungkan dan mengevaluasi agar bisa menentukan hal yang terbaik di
masa depan.
Dalam kondisi yang gawat darurat ini kita jangan saling
menyalahkan antara pusat dan daerah, ini adalah tanggung jawab semua dan
harus turun tangan menyelesaikannya. Untuk memperbaikinya kita harus mengubah banyak hal, minimal
kerja serius karena negara lain juga pernah mengalami persoalan yang
sama namun berkat kesungguhan mereka bisa keluar dari persoalan. Kata Anies
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "Anies Baswedan "Pendidikan di Indonesia Gawat Darurat""
Post a Comment